Akademisi

Apresiasi Drama Batu Batangkup Dengan HOTS (Higher Order Thinking Skill) Pada PKM JEV di Masa Pandemi Covid-19

Apresiasi Drama Batu Batangkup Dengan HOTS (Higher Order Thinking Skill) Pada PKM JEV di Masa Pandemi Covid-19

Penulis: Rahmita Egilistiani, S.Pd., M.Hum – Dosen Prodi Sastra Inggris Universitas Pamulang 

Memberikan apresiasi pada sebuah drama pertunjukkan biasanya lebih menarik jika disaksikan secara langsung. Tetapi di masa Pandemi Covid-19 ini, ternyata menonton pertunjukkan drama pun tidak dapat dilakukan secara langsung. Hal ini membuat tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Program Studi Sastra Inggris Universitas Pamulang yang  bertugas memberikan pertunjukan apresiasi drama di Jampang English Village (JEV)  harus mengubah rencana untuk menyuguhkan apresiasi drama berjudul Batu Batangkup kedalam sebuah video. Tim PKM dari Program Studi Sastra Inggris Universitas Pamulang yang terdiri dari 5 dosen dan 11 mahasiswa ini kemudian memutuskan untuk membuat sebuah pertunjukan drama yang berjudul Batu Batangkup untuk dibagikan dan ditayangkan kepada beberapa siswa JEV. Melalui video tersebut para siswa dapat belajar untuk memberi penilaian dan apresiasi terhadap pertunjukkan drama yang mereka saksikan.

Program Studi Sastra Inggris Universitas Pamulang melakukan kerjasama beberapa tahun yang lalu dengan JEV untuk melakukan kegiatan PKM di Jampang English Village (JEV). Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) yang dilaksanakan di  JEV ini lalu dihadiri oleh beberapa dosen dan mahasiswa Program Studi Sastra Inggris Universitas Pamulang untuk melakukan  pertemuan dan kegiatan bersama beberapa siswa yang belajar Bahasa Inggris disana. Biasanya tim PKM akan berkunjung selama beberapa hari untuk memberikan banyak kegiatan menarik disana. Siswa yang belajar di Jampang English Village ini terbilang cukup beragam dari mulai usia 5 sampai 15 tahun. Karena adanya Pandemi Covid-19 ini, lokasi PKM di JEV ditutup maka dari itu tim PKM harus membuat karya PKM dalam bentuk narasi drama dalam sebuah video.

Tema yang dipilih oleh tim PKM kali ini adalah tentang HOTS (Higher Order Thinking Skill) atau Kemampuan Berfikir Aras Tinggi dalam sebuah apresiasi drama. HOTS ini ditentukan berdasarkan pola pikir para siswa JEV (bahkan pada umumnya) yang dihasilkan jika mereka melihat pertunjukkan drama dan memberikan apresiasi terhadap drama tersebut. Pertanyaan tentang karakter, latar belakang, masalah, peran dan lain sebagainya tanpa disadari akan terintegrasi kepada kemampuan berfikir aras tinggi atau HOTS pada diri mereka sendiri. Oleh karena itu, tema HOTS dalam PKM ini sangatlah tepat untuk menjembatani apresiasi drama dengan kritisasi berfikir.

Batu Batangkup adalah sebuah cerita rakyat asli Pulau Sumatera yaitu Riau yang mengkisahkan tentang anak durhaka yang kehilangan ibu kandung karena dimakan oleh sebuah Batu. Banyak sekali pesan moral yang dihadirkan dalam cerita ini salah satunya adalah untuk tidak durhaka dan menghormati orang tua selama masa hidupnya. Cerita Batu Batangkup ini dipilih untuk lebih mengenalkan legenda  yang jarang dimunculkan oleh masyarakat ramai dengan pesan moral yang sangat baik kepada pada siswa JEV juga masyarakat lainnya untuk diapresiasi sebagai drama yang layak dijadikan pembelajaran hidup.

Pembuatan drama Batu Batangkup untuk dijadikan video pembelajarn HOTS kepada siswa JEV ini memakan persiapan beberapa hari. Semua persiapan ini dilakukan semaksimal mungkin agar siswa JEV yang menontonnya mengerti dan bisa mengembangkan kemampuan berfikir aras tinggi setelah menonton acara Batu Batangkup. Setelah pembuatan drama selesai, para dosen yang terlibat dalam PKM memberikan video tersebut kepada pihak JEV untuk ditonton para siswa untuk memacu kemampuan berfikir aras tinggi.

administrator

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *