Akademisi

Bangkit dari Keterpurukan di Masa Pandemi Covid-19

Bangkit dari Keterpurukan di Masa Pandemi Covid-19

Pandemi COVID-19 harus dijadikan pembelajaran berharga bagi kita semua untuk bangkit dari keterpurukan

Penulis: Anto Carmanto, S.T., M.T. – Dosen Teknik Elektro Universitas Pamulang

Di tengah pandemi virus corona (COVID-19),  pemerintah melakukan berbagai upaya untuk mengatasi dan memutus rantai penyebaran COVID-19, salah satunya dengan melakukan PSBB (Pembatasan Sosial Bersekala Besar) dan juga mengucurkan berbagai stimulus untuk mengatasi dampak ekonomi yang ditimbulkannya. Salah satu stimulus itu adalah bantuan dana sosial dampak COVID-19 sebesar Rp. 600.000,- per keluarga dan akan diberikan selama tiga bulan. Namun kenyataan yang terjadi di lapangan, program ini belum sesuai dengan yang diharapkan. Sebagai contoh, masih banyaknya masyarakat yang kurang peduli dengan protokol PSBB, sehingga mengakibatkan proses penanganan COVID-19 terlihat kurang efektif. Belum lagi dengan bantuan sosial yang masih perlu pembenahan di sana-sini, seperti penyaluran yang kurang tepat sasaran, ketidaksesuaian data, proses pembagian yang kurang memperhatikan protokol penanggulangan COVID-19, dan masih banyak permasalahan-permasalahan yang lainnya. Pandemi COVID-19 berdampak besar bagi kehidupan berbangsa dan bernegara dalam jangka panjang di negara kita.

Pandemi COVID-19 yang melanda negeri kita dan belahan dunia lainnya harus kita jadikan pelajaran berharga/penting untuk memperbaiki mindset kita untuk membenahi bangsa ini di berbagai aspek kehidupan. Untuk membenahi masalah ini bukanlah sesuatu hal yang mudah tetapi harus ada kerja keras dari berbagai elemen, seperti Pemerintah, Masyarakat, Media Masa, Tenaga Pendidik, Tenaga Medis, dan lain-lain untuk bersama-sama bergandengan tangan membenahi permasalahan-permasalahan yang ada. Elemen yang paling penting dalam hal ini adalah Pemerintah yang mempunyai kebijakan, tetapi Pemerintahpun tidak akan bisa berbuat apa-apa tanpa dukungan dan partisipasi dari kita semua.

Ada beberapa hal yang sangat prinsip yang harus dilakukan oleh bangsa ini, sehingga bangsa ini tidak saja mudah dalam menangani pandemi, tetapi bangsa ini juga akan menjadi bangsa yang maju dengan produktifitas yang tinggi.

Kedisiplinan dan produktifitas yang tinggi adalah kunci dari semua permasalahan yang ada di Indonesia. Semangat untuk bangkit harus selalu ditanamkan dari generasi ke generasi melalui jalur pendidikan formal dan pendidikan non formal. Kita harus memiliki berbagai disipilin untuk memiliki etos kerja yang tinggi termasuk juga dengan semangat disiplinnya. Disiplin tersebut merupakan prinsip yang harus dimiliki kita, antara lain:

Pertama ,yaitu prinsip tentang bekerja keras, prinsip ini mengajarkan agar kita selalu bekerja keras.

Kedua, yaitu prinsip pantang menyerah atau prinsip karakter diri. Prinsip pantang menyerah ini sangat diperlukan oleh semua orang karena akan membentuk sebuah karakter diri, apabila mengalami sebuah kegagalan maka akan langsung bangkit kembali, pantang untuk menyerah.

Ketiga, yaitu prinsip budaya kerja, selalu berupaya mendapatkan inovasi, kreatif dan juga produktif dalam bekerja. Kesungguhan, minat, dan juga keyakinan yang menjadi motivasi agar selalu mau belajar.

Keempat, yaitu prinsip untuk selalu memiliki komitmen dalam setiap melakukan pekerjaannya. Contoh kecilnya yaitu setiap pekerjaan yang harus dilakukan dan juga diselesaikan dengan sesuai jadwalnya. Hal ini bertujuan agar tidak terjadi pemborosan, baik energi maupun juga waktu.

Kelima, yaitu berdedikasi tinggi terhadap tempat bekerja. Dengan kata lain, semangat dan juga disiplin yang akan membentuk kita memiliki mental dan juga sikap kerja yang positif. Kita juga akan sangat patuh serta loyal pada perusahaan, kita akan selalu memiliki pemikiran, jika perusahaan untung besar maka kita pun akan memiliki keuntungan yaitu kompensasi yang sesuai.

administrator

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *