Akademisi

Budidaya Ikan Lele Solusi Pendapatan di Masa Pandemi Covid-19

Budidaya Ikan Lele Solusi Pendapatan di Masa Pandemi Covid-19

Penulis: Rosita Wulandari, S.E., M.M – Dosen Prodi Akuntansi Universitas Pamulang

Triwulan pertama di tahun 2020, Indonesia dihebohkan dengan adanya pandemi Virus Corona (Covid-19) yang sangat mempengaruhi kehidupan masyarakat. Semakin meningkatnya jumlah pasien Covid-19 ini membuat pemerintah Indonesia mengeluaran berbagai kebijakan untuk dapat menyelesaikan kasus Covid-19 ini. Salah satunya adalah dengan mensosialisasikan gerakan Sosial Distancing, atau masyarakat menyebutnya dengan #dirumahaja. Hal ini dilakukan untuk dapat memutus rantai Covid-19, dimana seseorang perlu menjaga jarak aman dengan orang lain minimal satu meter serta tidak melakukan kontak langsung dengan orang lain.

Selain itu pemerintah menerbitkan PP Nomor 21 Tahun 2020 tentang kebijakan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) yang merupakan strategi pemerintah untuk dapat mencegah Virus Corona semakin menyebar. Menurut Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, PSBB tak sepenuhnya membatasi seluruh kegiatan masyarakat. Pembatasan tersebut hanya berlaku untuk aktivitas tertentu saja di suatu wilayah yang terduga terinfeksi Covid-19. Banyak sekolah dan perguruan tinggi yang diliburkan oleh pemerintah dengan memberlakukan belajar dan bekerja di dalam rumah. Pemerintah membatasi kegiatan keagamaan, pembatasan moda transportasi, pembatasan kegiatan di tempat umum, meliburkan tempat kerja dan kegiatan lainnya. Dengan adanya pandemi Covid-19 ini berdampak pada beberapa perusahaan yang mengurangi jumlah pekerja atau karyawannya, sehingga terjadi PHK terhadap karyawan.

Di tengah situasi seperti ini, ternak ikan lele bisa jadi solusi yang efektif karena selain tidak membutuhkan modal yang besar juga mudah dalam merawatnya. Ternak ikan lele ini tidak membutuhkan lahan yang luas. Kita bisa memanfaatkan akuarium bekas, ember bekas, atau wadah bekas lainnya, seperti yang dilakukan warga Cluster Chrysant yang memanfaatkan saluran air (got) yang tidak terpakai sebagai kolam ikan lele. Saluran air dengan lebar 60 cm, panjang 20 m, dan kedalaman 60 cm, bisa menampung 1.000 ekor bibit ikan lele.

Sebagai gambaran awal sebelum memulai menjalankan usaha ternak ini, kita simak terlebih dahulu mengenai analisa biaya dan pendapatan untuk ternak ikan lele per 1.000 ekor. Dalam menghitung berapa untung yang didapatkan, maka perlu diketahui terlebih dahulu mengenai biaya yang dibutuhkan. Berdasarkan survey harga tahun 2020, benih ikan lele cenderung sangat murah yaitu Rp 800 per ekor dengan ukuran 8 cm. Sehingga untuk 1.000 ekor ikan lele, kita membutuhkan biaya sebesar Rp 800.000. Selain benih, kita juga harus menyediakan pakan ikan lele. Setiap 1.000 ekor ikan lele membutuhkan kurang lebihnya 50 kg pakan ternak untuk 2 bulan (diasumsikan 2 bulan panen) dengan harga Rp 12.500/kg. Sehingga total untuk pakan ternak seharga Rp 625.000. Setelah dikalkulasi, total biaya yang dibutuhkan sebesar Rp 1.425.000.

Kemudian hitung pendapatan yang akan diperoleh. Asumsikan keberhasilan ternak sebesar 90%. Sehingga, total yang dapat dijual dari 1.000 ekor ikan lele adalah 900 ekor ikan lele. Harga jual ikan lele dari peternak berupa kilogram berat. Untuk itu, kita perlu mengkonversikan jumlah ikan lele ke dalam berat. Satu ekor ikan lele siap jual rata-rata mempunyai berat 0,2 kg, sehingga total berat keseluruhan adalah 180 kg. Harga jual ikan lele berkisar Rp. 28.000/kg. Sehingga pendapatan yang bisa kita peroleh sebesar Rp. 28.000/kg x 180 Kg = Rp. 5.040.000.

Profit kotor yang bisa kita dapatkan dari ternak ikan lele per 1.000 ekor ini sebesar Rp. 5.040.000 – Rp 1.425.000 = Rp. 3.615.000. Menarik bukan?

administrator

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *