Akademisi

Manajemen Corona Dedikasi Dosen Menyikapi #WFH Selama Pandemi COVID-19

Manajemen Corona Dedikasi Dosen Menyikapi #WFH Selama Pandemi COVID-19

Penulis: Syarifah Ida Farida, S.E., M.M. – Dosen Prodi Manajemen Universitas Pamulang

Corona merupakan salah satu virus yang menjadi pandemi sekarang ini hampir di seluruh dunia. Virus Corona yang ditemukan pada akhir tahun 2019 di Wuhan China dinamakan dengan COVID-19. Dengan adanya pandemi COVID-19, semua kehidupan manusia menjadi berubah drastis baik dari segi perekonomian, kesehatan, politik, hukum, sosial, dan budaya. Hal ini juga berdampak kepada semua instansi ataupun perusahaan yang ada di dunia. Salah satunya yang sangat berdampak adalah dunia pendidikan.

Pendidikan di seluruh dunia berubah dari tatap muka atau offline menjadi daring (online), hal ini dilakukan untuk meminimalisir penularan COVID-19 yang sangat cepat. Penularan ini bisa melalui percikan air ludah (droplet), sentuhan fisik melalui tangan, mulut, mata, hidung, dan benda yang tersentuh oleh penderita COVID-19. Oleh karena itu pemerintah daerah melakukan pengajuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang pertama kali dilakukan oleh Gubernur DKI Jakarta dan diikuti oleh Gubernur Banten serta gubernur wilayah lainnya. Setelah disahkan oleh Kementerian Kesehatan untuk PSBB di beberapa daerah, maka semua warga diwajibkan melakukan aktivitas di rumah saja.

Pendidikan juga akhirnya dilakukan di rumah saja secara daring dan dilegalkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan melalui:

  1. Surat Edaran Nomor 3 Tahun 2020, tentang Pencegahan Corona Virus Disease (Covid-19) Pada Satuan Pendidikan
  2. Surat Edaran Nomor 4 Tahun 2020, tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan Dalam Masa Darurat Penyebaran Corona Virus Disease (Covid- 19)
  3. Peraturan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2020 Tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi
  4. Peraturan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2020 Tentang Pendirian, Perubahan, Pembubaran Perguruan Tinggi Negeri, Dan Pendirian, Perubahan, Pencabutan Izin  Perguruan Tinggi Swasta

 

Dengan adanya peraturan tersebut, maka saya sebagai Dosen atau tenaga pendidik wajib memberikan yang terbaik untuk bangsa dan negara melalui kegiatan Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, yang dilakukan secara daring. Pendidikan atau Pembelajaran masa Pandemi COVID-19 yang saya lakukan kepada mahasiswa dilakukan sesuai dengan peraturan dari Rektor Universitas Pamulang merujuk peraturan Kemendikbud tersebut, yaitu secara daring (online) melalui e-learning.unpam.ac.id. Selain itu, saya membimbing mahasiswa juga melalui media daring dan email untuk mengikuti lomba membuat Poster dan Penulisan Opini bagi Mahasiswa dengan Tema Kampanye Positif Penanganan Pandemi Covid-19 yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Pusat Prestasi Nasional dengan nomer surat: 0096/J3/TU/2020.

Alhamdulillah, mahasiswa yang saya bimbing ada 116 orang dan mendapatkan sertifikat sebagai peserta dari Kemendikbud. Hal ini saya lakukan untuk memberikan kesadaran kepada mahasiswa bahwa mereka bisa membuat suatu karya hasil kreatifitas sendiri dan mengajarkan akan pentingnya menjaga kebersihan dan mengikuti peraturan pemerintah dengan berperilaku hidup sehat. Poster yang mereka hasilkan saya pilih yang terbaik dan digunakan untuk mensosialisasikan cara pencegahan Covid-19 dan berperilaku hidup sehat melalui kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat di beberapa daerah sekitar Bogor, Jakarta, dan Tangerang Selatan. Mahasiswa sangat senang bisa terlibat secara langsung dengan membuat poster dan memberikan sosialisasi penyuluhan melalui leaflet yang dibagikan kepada para masyarakat sekitarnya.

Dengan adanya Pandemi COVID-19 banyak masyarakat yang terkena dampak perekonomian, salah satunya Guru Ngaji yang bertempat di kampung-kampung atau daerah yang belum menggunakan teknologi digital dalam melakukan pembelajaran kepada murid-muridnya. Sehingga guru ngaji yang ada di kampung tidak mendapatkan penghasilan, dikarenakan tidak bisa mengajar lagi secara tatap muka dan kurangnya alat komunikasi yang mereka miliki. Hal ini membuat hati saya tergugah untuk membantu mereka, khususnya Guru Ngaji di daerah Parung Panjang. Melalui media sosial saya mengajak dosen-dosen memberikan bantuan baik moril maupun materil. Alhamdulillah, ada 20 dosen yang ingin membantu guru ngaji yang terkena dampak Covid-19 di 11 desa yang ada di Parung Panjang Bogor. Selain sosialisasi pencegahan Covid-19, kami juga memberikan bantuan berupa 26 paket sembako yang dibantu Rumah Shodaqoh dalam pengadaan sembako dan pendistribusiannya.

Kegiatan ini sangat disambut hangat oleh Ketua Rumah Shodaqoh yaitu H. Sutoto, S.T., dan guru ngaji yang mendapatkan bantuan dari kami. Harapan ke depannya bisa bekerjasama lagi dalam pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi khsuusnya membantu anak yatim dan dhuafa yang kesulitan dalam ekonomi dan pendidikannya. Untuk mewujudkan program tersebut kami melakukan penandatangan Perjanjian Kerja Sama antara Rumah Shodaqoh dengan Universitas Pamulang yang tertuang dalam Nomor: 041033/IA/2020/672. Dalam pelaksanaan Pengabdian Kepada Masyarakat ini kami tetap mengikuti protokol kesehatan dengan menggunakan masker, social distancing, mencuci tangan, dan tidak bersentuhan dengan lainnya, serta diwakili oleh beberapa dosen saja sehingga tidak menimbulkan kerumunan.

Selain guru ngaji, warga di sana juga masih banyak yang membutuhkan bantuan, dikarenakan kurangnya bantuan dari pemerintah pusat dan kurang tepat sasaran. Informasi tersebut saya dapatkan dari Sekretaris Daerah Desa Kabasiran Parung Panjang Kabupaten Bogor. Data yang didapatkan oleh pemerintah pusat tidak update dengan data yang ada di Desa, sehingga menimbulkan konflik negatif antara warga desa dengan pemerintah desa. Warga yang sudah meninggal masih mendapatkan bantuan dan masih terdata di pemerintah pusat. Ada juga warga yang sudah mampu masih meminta bantuan ke pemerintah desa. Sedangkan yang kurang mampu dan tidak berpenghasilan tidak mendapatkan bantuan. Dari informasi yang saya dapatkan tersebut, akhirnya saya melanjutkan melakukan Pengabdian Kepada Masyarakat di bulan Mei 2020 dengan melibatkan 40 dosen yang berbeda. Dari 40 dosen tersebut saya memesan 74 paket sembako untuk warga di Desa Kabasiran Parung Panjang Kabupaten Bogor. Paket yang saya berikan dipesan melalui Unimart (Mini Market Universitas Pamulang) dengan harga yang terjangkau dan berkualitas. Selain itu saya juga melibatkan beberapa mahasiswa yang tinggal di daerah Parung Panjang untuk membantu dalam mendistribusikan sembako dan sosialisasi pencegahan Covid-19 ke warga yang membutuhkan.

Hal ini sangat diapresiasi oleh Kepala Desa Kabasiran Parung Panjang H. Jajang Atmaja, Beliau sangat berterima kasih kepada dosen Universitas Pamulang yang sudah membantu mengurangi beban warganya terutama kepada yang kurang mampu dan terkena dampak Covid-19. Kegiatan ini tidak hanya dilakukan pada masa Pandemi Covid-19 saja, tetapi akan berkelanjutan di setiap tahunnya. Oleh karena itu, saya menginisiasi untuk diadakannya Perjanjian Kerjasama antara Universitas Pamulang dengan Desa Kabasiran Parung Panjang Kabupaten Bogor, dengan nomor PKS: 041033/IA/2020/679.

Selain di Kabupaten Bogor saya juga mencari informasi dari dosen yang daerahnya membutuhkan bantuan dan terkena dampak Covid-19. Dari data yang saya peroleh melalui dosen yang tinggal di Babakan Setu Tangerang Selatan, bahwa warga di sana banyak yang terkena dampak Covid-19, diantaranya pedagang tidak bisa berjualan lagi karena harus mengikuti peraturan PSBB dengan melakukan kegiatan di rumah saja. Sedangkan mereka tidak mengerti bagaimana cara berjualan secara online dan kurangnya alat komunikasi yang tersedia. Untuk membantu mereka, saya mengajak dosen lainnya dan ada 20 dosen yang ingin membantu melakukan sosialisasi/penyuluhan dan memberikan 35 paket sembako kepada warga Babakan Tangerang Selatan. Setiap kegiatan PKM harus ada Perjanjian Kerja Sama, untuk itu Universitas Pamulang bekerjasama dengan Kelurahan Babakan Setu Tangerang Selatan melalui nomer PKS: 041033/IA/2020/676 dengan Ketua Lurah Masduki, S.H.

Melalui media sosial dan kepercayaan dari dosen-dosen lainnya, memudahkan saya berkoordinasi dan memberikan bantuan ke warga yang membutuhkan. Melihat semakin meningkatnya masyarakat di daerah Tangerang Selatan yang terkena COVID-19 membuat saya semakin termotivasi mengumpulkan donasi dan memberikan bantuan lainnya untuk di daerah Pondok Aren. Dosen yang tinggal di sana berkoordinasi dengan saya dan kelurahan Parigi Pondok Aren Tangerang Selatan bahwa warganya banyak yang terkena dampak Covid-19. Untuk itu, saya mengkoordinir kembali untuk membantu 45 warga di sana dengan membagikan 45 paket sembako untuk tiga RT di Kelurahan Parigi. Seluruh kegiatan PKM dari bulan April sampai dengan Mei 2020 yang saya lakukan mengkoordinir 100 dosen dengan beberapa mahasiswa didukung oleh Ketua LPPM dan Ketua Program Studi Manajemen Universitas Pamulang.

Penelitian juga tetap saya lakukan dimasa pandemi Covid-19 ini, yaitu tetap melakukan kegiatan Penelitian sebagai anggota dalam Penelitian Dana Hibah Dosen Pemula dari Kementerian Riset dengan judul: “Analisis Sektor Unggulan dan Perubahan Struktur Ekonomi di Kabupaten/Kota Provinsi Banten” dengan data sekunder. Penelitian Internal juga saya lakukan dengan judul: “Model Kepemimpinan Visioner pada Yayasan Sasmita Jaya Group di Provinsi Banten”. Dengan adanya pandemi COVID-19 ini kita tetap harus produktif dengan menghasilkan karya ilmiah dan memberikan yang terbaik untuk nusa bangsa dan agama. Semua masalah pasti ada jalan keluarnya, dan semua penyakit pasti ada obatnya. Di dalam Al Quran disebutkan bahwa semua masalah solusinya dengan sholat dan sabar. Untuk itu kita terus berdoa dan bersabar dengan cara yang sesuai syariat agama dan mengikuti peraturan pemerintah.

Di rumah saja bukan berarti kita tidak melakukan kegiatan seperti biasanya, tetapi kita bisa lebih meningkatkan kualitas hidup baik di keluarga, tetangga, dan masyarakat. Dalam hidup ini kita harus memiliki tujuan dan bisa me-manage diri kita sendiri. Rasulullah SAW adalah Manusia yang paling menginspirasi saya dalam melakukan setiap kegiatan. Dalam Hadist Rasulullah SAW bahwa “Setiap kamu adalah pemimpin, dan setiap pemimpin akan diminta pertanggung jawabannya di akhirat kelak”. Oleh karena itu, seorang pemimpin harus bisa mencetak orang lain menjadi pemimpin yang lebih baik lagi.

administrator

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *