Akademisi

Manajemen Donasi yang Efektif Sebagai Langkah Solusi Ekonomi di Masa Pandemi Covid-19

Manajemen Donasi yang Efektif Sebagai Langkah Solusi Ekonomi di Masa Pandemi Covid-19

Penulis: Agus Supriatna, S.E., M.M. – Dosen Prodi Manajemen Universitas Pamulang

Kenapa Sedekah atau berdonasi ataupun berderma sangat dianjurkan dan menjadi sangat penting untuk kita semua? Mari kita lihat beberapa manfaat dari memberikan donasi bagi kesehatan mental, yaitu merasakan kebahagiaan secara langsung, menurunkan tingkat stress, menghilangkan perasaan negative, membuat hidup menjadi lebih berarti, dan memperkuat nilai pribadi.  Manfaat lainnya yang perlu diperhatikan juga tentang berdonasi secara umum adalah menyucikan diri,  pahala berlipat ganda, terhindar dari marabahaya. Dalam upaya memperkuat keyakinan akan manfaat tersebut kita dapat merujuk kepada sabda dari Nabi Muhammad SAW, yaitu sedekah dapat menutup 70 pintu kejahatan dan bencana atau musibah tidak dapat mendahului sedekah.

Sehubungan adanya pandemi Covid-19 yang berlangsung sejak awal tahun ini telah memukul perekonomian, termasuk di indonesia. Semua sektor terutama sektor bisnis, seperti sektor pariwisata dan manufaktur yang paling terkena dampaknya. Dampaknya terjadi pemutusan hubungan kerja atau merumahkan pekerja untuk sementara waktu. Menurut data Kementerian Ketenagakerjaan dan BPJS Ketenagakerjaan, terdapat 2,8 juta pekerja yang terkena dampak langsung akibat Covid-19. Mereka terdiri dari 1,7 juta pekerja formal dirumahkan dan 749,4 ribu di-PHK. Selain itu, terdapat 282 pekerja informal yang usahanya terganggu. Kondisi seperti ini menggerakan hati semua orang untuk saling berbagi dalam upaya meringankan penderitaan saudaranya yang terkena musibah sehingga Manajemen donasi yang efektif menjadi sangat penting.

Covid-19 merupakan penyakit menular  dikarenakan oleh virus bernama SARS-COV-2, atau sering disebut Virus Corona. Ada yang menginfeksi hewan, seperti kucing dan anjing, ada juga jenis Virus Corona yang menular ke manusia, seperti yang terjadi pada Covid-19. Covid-19 bisa dibilang penyakit baru. Manusia belum punya kekebalan tubuh terhadap Virus SARS-Cov-2 ini. Vaksin dan obatnya belum ditemukan. Kebanyakan warga negara di seluruh dunia terinfeksi virus Covid-19. Gencarnya sosialisasi Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 kepada masyarakat. Banyak yang tidak mengetahui bahwa dirinya adalah Orang Dalam Pemantauan (ODP), Pasien dalam Pengawasan (PDP), atau Suspek, dan merasa sehat, masih keluar kota atau keluar negeri, tanpa disadari sudah membawa virus Covid-19.

Kondisi seperti ini menyebabkan banyak Pemerintah Daerah yang melakukan Lockdown di daerahnya masing-masing untuk mengurangi penularan virus tersebut. Pemerintah Daerah mengajukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang diajukan kepada Menteri Kesehatan yang diatur dalam Undang-Undang No. 6 Tahun 2018 tentang Karantina Kesehatan dan sesuai dengan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2020 tentang Penetapan Kedaruratan Kesehatan Masyarakat Corona Virus Desease 2019 (Covid-19).

Kebijakan tersebut sangat berdampak untuk warga yang kesehariannya sebagai guru ngaji honorer, pedagang, pelayanan yang penghasilannya diperoleh dengan cara bertemu langsung konsumen atau kliennya. Kondisi seperti ini menimbulkan beberapa permasalahan diantaranya yaitu pada guru ngaji yang berada didaerah perkampungan Parung Panjang. Mereka tidak mendapatkan penghasilan dikarenakan tidak bisa keluar rumah untuk memberikan ilmunya secara langsung kepada murid-muridnya. Kemendikbud memberikan arahan untuk memberikan pembelajaran secara online/daring, tetapi hal ini tidak bisa dilakukan oleh guru ngaji dan murid yang tidak memiliki alat komunikasi yang bisa mendukung pembelajaran tersebut. Selain itu mereka juga tidak memiliki kuota internet yang cukup besar untuk dapat melakukan aktifasi pembelajaran online yang biasa dilakukan oleh sekolah-sekolah swasta lainnya.

Masalah yang dialami Guru Ngaji di daerah Parung Panjang Bogor tersebut menginisiasi tim Pengabdian Kegiatan Masyarakat (PKM) Program Studi (Prodi) Universitas Pamulang yang diketuai Agus Supriatna, S.E., M.M. dengan beranggotakan Dr. H. Ugeng Budi Haryoko, S.Mi.,M.M., Widowati, S.E., M.M., Budi Haryono, S.Kom., M.Ak., Didi Sunardi, S.E., M.M., untuk melaksanakan kegiatan PKM yang berlangsung pada tanggal 10-12 Mei 2020 dan bekerjasama dengan Rumah Shodaqoh di daerah Parung Panjang Bogor Jawa Barat. Kegiatan ini fokus pada pembinaan dan penyuluhan mengenani Manajemen Donasi yang Efektif sebagai Langkah Solusi Ekonomi di Masa Pandemi COVID-19

Adapun tujuan dari dilaksanakannya kegiatan PKM ini adalah untuk memberikan pemahaman sekaligus pengetahuan kepada masyarakat pada umumnya dan khususnya untuk pengelola Rumah Sodaqoh dengan melaksanakan manajemen yang efektif dalam pengeloaan donasi yang dititpkan para dermawan untuk guru ngaji dan masyarakat sekitar, dengan harapan dapat meringankan penderitaan yang dialami warga atau masyarakat yang terkena dampak  pandemi Covid-19 yang belum dapat dipastikan kapan berakhir.

administrator

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *