Akademisi

Manajemen Virtual, Solusi Perusahaan Dalam New Normal

Manajemen Virtual, Solusi Perusahaan Dalam New Normal

Penulis: Sahroni, SST, MM – Dosen Prodi Manajemen Universitas Pamulang

Work From Home (WFH) menjadi tuntutan dalam kondisi wabah pandemi COVID-19 ini. Kesiapan institusi/organisasi menjadi pertimbangan perusahaan untuk menjalankan WFH secara sepenuhnya. Banyak perusahaan tidak mempunyai infrastruktur yang baik untuk menjalankan sistem kerja WFH.

Jauh sebelum berlaku WFH, Manajemen Virtual sudah banyak dilakukan oleh banyak perusahaan di era modern sekarang ini. Manajemen Virtual sudah menjadi bahan kajian ilmiah manajemen modern. Saya punya teman (orang Indonesia) konsultan manajemen yang bekerja di perusahaan konsultan USA. Menariknya, mereka tidak punya kantor di Indonesia tapi punya proyek di Indonesia. Pekerjaan Administrasi proyek dikerjakan oleh orang Philipina di Philipina. Urusan keuangan dikerjakan oleh orang Singapura di Singapura. Mereka mengerjakan pekerjaannya masing-masing di rumahnya masing-masing.

Certo bersaudara dalam bukunya Modern Management menyampaikan salah satu bentuk organisasi yang akan menjadi tren di masa depan adalah virtualitas. Organisasi virtual atau bisa disebut juga Network Organization atau Modular Corporation, sebenarnya memiliki inti yang sama dengan organisasi tradisional, namun organisasi virtual bisa melampaui batas-batas yang ada pada organisasi tradisional. Organisasi virtual memiliki ciri kantor virtual, team virtual, hingga virtual training.

Dalam organisasi virtual dibutuhkan perangkat teknologi (hardware dan software) yang sangat baik, yang bisa mengikat semua pegawai dan memudahkan pekerjaan mereka. Banyak perusahaan start-up teknologi kini yang mengembangkan program aplikasi/web yang mendukung manajemen virtual. Program aplikasi/web apa saja yang bisa digunakan? Akan saya bahas pada tulisan saya berikutnya.

Implementasi manajemen virtual setidaknya bisa mengurangi biaya sewa kantor yang cukup tinggi. Perusahaan bisa efisiensi hingga lebih dari 50% dengan menggunakan kantor virtual. Tantangannya adalah bagaimana transisi dari tradisional ke virtual tidak mengurangi produktifitas karyawan. Idealnya bekerja di rumah sebenarnya bisa meningkatkan produktifitas karyawan. Karyawan bisa menghemat waktu dan tenaga karena tidak perlu melakukan perjalanan pergi-pulang ke kantor yang semakin ‘crowded’.

Secara organisasi, manajemen virtual biasanya memiliki kendala pada hal-hal berikut ini:

  1. Komunikasi efektif. Tidak bisa dipungkiri ada perbedaan antara komunikasi tatap muka langsung dengan komunikasi secara online. Biasanya akan lebih mudah memahami informasi yang didapatkan dari komunikasi tatap muka.
  2. Membangun budaya kerja. Tidak adanya tatap muka membuat relationship management antar karyawan kurang terjalin dengan baik.
  3. Membentuk tim yang aktif. Setiap orang dalam tim mempunyai tingkat keaktifan yang berbeda. Dibutuhkan peran pimpinan yang kuat untuk bisa menggerakkan semua anggota dalam tim. Setiap orang harus merasa terlibat dan mempunyai peran dalam tim.

Solusi untuk mengatasi kendala tersebut dan perusahaan tetap bisa produktif di era new normal nantinya adalah dengan implementasi standar internasional sistem manajemen mutu, ISO 9001:2015. ISO 9001:2015 adalah sistem manajemen yang membuat perusahaan akan selalu menjamin mutu produk/layanan mereka. 7 Prinsip dalam ISO 9001:2015 bisa menjadi solusi untuk kendala yang biasanya terjadi pada manajemen virtual. 7 prinsip tersebut antara lain: fokus customer, kepemimpinan, keterlibatan semua orang, pendekatan proses, peningkatan, pengambilan keputusan berdasarkan bukti, manajemen hubungan.

Tidak banyak perusahaan konsultan manajemen yang bisa membantu organisasi virtual dalam implementasi ISO 9001:2015. Salah satu perusahaan konsultan manajemen yang bisa membantu adalah Arzuro Consulting.

Di era new normal nanti, bekerja pakai dasi datang ke kantor sudah tidak menjadi prestise lagi. Akan banyak orang yang bekerja di rumah. Akan banyak yang tetap produktif walaupun seperti pengangguran karena di rumah saja. Istilahnya “Pengangguran Pakai Tapi”. Di rumah saja tapi penghasilannya ‘luar biasa’.

administrator

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *