Akademisi

Webinar Nasional: Memotret Kejahatan di Masa Pandemi Covid-19 & Era Normal Baru di Indonesia

Webinar Nasional: Memotret Kejahatan di Masa Pandemi Covid-19 & Era Normal Baru di Indonesia

Adanya masa pandemi Covid-19 yang berdampak pada perekonomian, yang perlu diwaspadai adalah tingkat kejahatan yang biasanya mengiringi permasalahan perekonomian. Hal itu yang melatar belakangi Program Pascasarjana Universitas Pamulang (Unpam) Tangerang Selatan untuk mengadakan Webinar Nasional dengan tema: “Memotret Kejahatan di Masa Pandemi Covid-19 dan Era Normal Baru di Indonesia”, yang dilakukan pada  13 Juni 2020 lalu. Webinar ini sukses diikuti oleh sekitar 700 peserta melalui media daring.

Webinar dibuka langsung oleh Rektor Unpam Dr. H. Dayat Hidayat, M.M, dengan moderator oleh Dr. Susanto, S.H, M.M, M.H. (Dosen Magister Hukum Unpam). Narasumber pada webinar ini diantaranya Dr. Angkasa S.H., M.Hum. (Dosen Universitas Soedirman), Aris Munandar, M.Si. yang mewakili Drs. Reinhard Saut Poltak Silitonga, S.H., M.Si. selaku Dirjen PAS Kemenkumham, dan Dr. Gregorius Hermawan Kristiyanto, S.H, M.H. (Dosen Magister Hukum Pascasarjana Unpam).

Dayat Hidayat selaku Rektor Unpam menyampaikan mengenai perubahan nilai karena adanya kesulitan baik secara ekonomi finansial. Oleh karena itu, maka sudah sepantasnya para praktisi hukum untuk memotret bagaimana kejahatan yang terjadi di masa pandemi Covid-19 ini. Dengan adanya webinar ini, diharapkan bisa sebagai referensi untuk menjadi bahan kajian ilmiah.

Angkasa Sudigdo dari Universitas Soedirman menyampaikan mengenai adanya bahaya perdagangan manusia yang bisa terus terjadi saat kondisi pandemi Covid-19 ini. Para pelaku perdagangan manusia masih tetap memburu calon korbannya saat masa pandemi sekarang ini, karena mereka telah kehilangan sumber pendapatan mereka saat ini.

Aris Munandar yang mewakili Dirjen Pemasyarakatan menjelaskan tentang asimilasi terhadap tahanan saat pandemi Covid-19. Dari sekitar 270 ribu narapidana, ada sekitar 40 ribu yang mendapat asimilasi. Kebijakan asimilasi ini bagi mereka yang memenuhi syarat. Syarat tersebut antara lain, harus telah menjalani dua per tiga masa hukuman. Hal ini dilakukan agar tidak terjadi penumpukan di Lapas sehingga bisa mempercepat penyebaran Covid-19.

Gregorius Hermawan dari Universitas Pamulang menjelaskan mengenai hal yang harus diantisipasi saat pandemi Covid-19 adalah banyaknya informasi hoaks yang beredar. Hoaks yang beredar secara garis besar meliputi empat hal, yaitu data, fasilitas kesehatan, isu pengobatan, dan menyebar ketakutan. Penanganan Covid-19 tidak akan berjalan lancar jika hoaks dibiarkan. Bukan hanya akan menyusahkan pemerintah, tetap juga akan berdampak kepada masyarakat.

administrator

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *